Cara menyadap karet agar getahnya banyak lengkap dan terpadu

Salah satu hal dalam keberhasilan mengelola usaha adalah ketelitian dan juga tentunya menggunakan beberapa teknik yang dapat meningkatkan mutu hasil yang diperoleh kelak. Khusus nya sesuai topik yang akan kita bahas yakni Teknik atau cara menyadap tanaman karet agar memperoleh hasil lateks yang banyak sebagai berikut adalah beberapa teknik yang dapat kalian terapkan sebagai upaya meningkatkan produktivitas tanaman karet.

Teknik sadapan agar memperoleh produktivitas lateks tinggi.


1. Pembagian hanya sadapan ( lahan dengan jumlah pohon yang disadap setiap hari).
  • Hanca A diberi tanda : cat warna merah
  • Hanca B diberi tanda : cat warna biru
  • Hanca C diberi tanda : cat warna kuning
  • Hanca D diberi tanda : cat warna hijau

2. Berdasarkan penelitian waktu paling lambat menyadap yang terbaik adalah pukul 04.00 (dini hari) guna mendapatkan hasil lateks yang maksimal.

3. Pemakaian kulit, pemakaian kulit sadap bawah dengan hari sadap 113 hari pertahun adalah 1,6 mm. Pemakaian kulit pada sadap atas cenderung lebih tinggi dibanding sadap bawah karena sadap atas lebih sulit, sehingga pemakaian kulit sekitar 2,6 -3 mm per iris. Hal yang penting adalah ketebalan kulit per iris tidak memengaruhi banyak sedikitnya produksi. Tetapi yang sangat menentukan produksi adalah kedalaman sadapan. Biasanya sadapan atas dilakukan pada tanaman yang sudah berumur cukup tua.

4. Kedalaman irisan, pembuluh lateks tersusun berbaris dalam kulit tanaman karet. Irisan kulit dengan kedalaman yang mendekati kambium akan semakin banyak memotong cincin pembuluh lateks. Sehingga hasil lateks semakin bertambah dengan semakin dalamnya irisan sadapan. Artinya, semakin banyak pembuluh lateks yang terpotong, maka semakin banyak lateks yang keluar. Pengaruh kedalaman irisan sadap terhadap pembuluh lateks yang terpotong adalah kedalam irisan paling aman yang dianjurkan adalah 1,0 mm dari kambium, dengan produksi sangat tinggi untuk Menghindari kerusakan kulit pulihan. Dalam irisan 0,5 mm akan memberikan produksi lebih tinggi tetapi risiko terjadinya luka kayu lebih banyak.

5. Proses menyadap, atau urutan dalam menyadap pohon karet adalah sebagai berikut :
  • Mengambil skrang dari bekasi irisan, kemudian dikumpulkan.
  • Membuat alur depan dan belakang.
  • Membenarkan posisi paku dan talang
  • Menyadap/mengirim kulit
  • Memasang mangkuk.

6. Penggunaan stimulasi/aplikasi stimulan, stimulan berfungsi sebagai penunda pembuluh lateks, sehingga lateks akan lebih lama mengalir. Tujuannya untuk menurunkan biaya penyadapan dan meningkatkan produktivitas sesuai dengan potensi tanaman, sehingga lateks lanjut harus benar-benar ditunggu dan diamankan. Syarat-syarat dalam penggunaan stimulan antara lain:
  • Stimulan etefon maksimum dilakukan selama sembilan bulan (kelembapan tanah cukup) dengan aplikasi 2x selama sebulan.
  • Pemakaian stimulan dihentikan selama musim gugur daun dan pembentukan daun baru.
  • Stimulan yang digunakan sistem sadap berintensitas tinggi (d/1,d/2).
  • Tanaman tidak terserang penyakit.
  • Tanaman harus diberi pupuk sesuai kebutuhan.

7. Teknik pemeriksaan sadapan, pemeriksaan sadapan (Tap inspection) dilaksanakan dengan memeriksa dan menilai semua tingkatan pekerjaan dalam proses sadapan terhadap pohon karet yaitu meliputi pemeriksaan sebagai berikut ;

A. Memilih pohon, memilih pohon karet hanca penyadap yang sedang disadap sebanyak sepuluh pohon secara acak, dengan pembagian tugas sebagai berikut :
  • Tap inpeksi dilaksanakan oleh sinder kebun dan dua kali ulang.
  • Tap inspeksi dilaksanakan oleh mandor besar dan dua kali ulang.

B. Luka Kayu, sadapan yang terlalu dalam akan menyebabkan luka kayu besar maupun kecil. Luka kayu ini, kulit pulihannya berbenjol benjol (tidak rata). Besar luka kayu diukur dengan mistar alumunium bergaris 10 cm.

C. Kedalaman sadapan, Mengukur kedalaman sadapan dilakukan dengan cara menusuk kulit diatas alur yang baru disadap pada tiga tempat yaitu bagian atas kurang lebih 2,5 cm dibawah alur belakang. Dibagian tengah bawah kurang lebih 2,5 cm diatas alur depan menggunakan jarum tusuk.

D. Sudut sadapan, pengukuran sudut sadapan menggunakan busur derajat. Jika terjadi kesalahan, misalnya sadapan 35 derajat maka diberi tanda pohon jenis miring.

E. Teknik sadapan, Pengawasan sadapan bertujuan untuk menghindari kerusakan kulit sejak dini akibat penyadapan. Sehingga karet dapat berproduksi dalam jangka panjang. Pengawasan sadapan dilakukan untuk menilai semua pekerjaan yang dilakukan dalam proses sadapan yang meliputi luka pohon, pemakaian kulit, kedalaman sadapan, kemiringan alur sadap, kerja tambahan, skrap tidak diambil, ketajaman pisau dan lain lain .

G. Tata guna kulit, merupakan salah satu bagian produksi tanaman karet yang menyangkut penggunaan kulit, sistem sadap, umur tanaman, dan penggunaan stimulansia. Tujuan pokoknya adalah agar modal utama kulit dapat diusahakan berproduksi tinggi dalam jangka panjang.

Tahukah kamu? Dari uraian diatas adalah beberapa teknik dalam memperkaya Pengetahuan kita dalam Dunia Pertanian Khususnya tanaman perkebunan yaitu tahapan sadapan. Apakah artikel ini membantu? Apabila ada kritik dan saran, silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di talitashare.com dan semoga bermanfaat !

Salam sobat...