Materi TBM Karet (tanaman belum menghasilkan) terpadu

Dalam budidaya tanaman karet, ada beberapa tahapan yang pastinya perlu kalian ketahui. Salah satunya adalah Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan yang biasa disingkat dengan istilah TBM. Mengapa pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) Karet perlu dilakukan? Alasan nya karena Pemeliharaan TBM merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan produktivitas tanaman karet. Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) sangat terkait erat dengan kapasitas produksi tanaman, yang akan berpengaruh pada produktivitas. 


Pemeliharaan juga penting untuk menjaga homogenitas tanaman pada suatu areal sehingga produktivitas secara keseluruhan dapat ditingkatkan. Selain itu,tanaman karet yang tidak terpelihara dengan baik akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya sehingga matang sadap menjadi lebih lama. Pemeliharaan TBM karet, tanaman karet yang belum disadap, akan sangat berdampak pada produktivitas tanaman selama masa hidupnya Maka sebagai berikut kita akan ulas Beberapa pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) yaitu tanaman karet.

Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pada tanaman karet.

Untuk mendapatkan tanaman yang sehat dan matang sadap tepat waktu yaitu lima tahun, maka perlu diperhatikan :

1. Penyulaman
    Penyulaman dilakukan segera jika terlihat tanaman yang kurang sehat atau mati agar pertumbuhan tanaman seragam, penyulaman ini hanya dilakukan pada TBM 1.

2. Penunasan/wiwil
    Tujuan dari penunasan adalah untuk memperoleh tanaman yang baik dengan batang yang mulus dan lurus. Penunasan sebaiknya dilakukan menggunakan pisau yang tajam. Rotasi penunasan dilakukan 7-10 Hari sekali pada tahun pertama.

3. Perangsangan percabangan
    Kecepatan tanaman karet dalam membentuk percabangan tergantung pada jenis klon. Tanaman karet yang lambat dalam membentuk percabangan perlu dilakukan perangsangan agar tumbuhnya lebih cepat. Beberapa cara yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
  • Vooling/penyanggulan
  • Pemotongan Pucuk
  • Penggeratan
Cara yang banyak digunakan adalah pemotongan pucuk karena sangat mudah, praktis, ekonomis dan pertumbuhan tanaman lebih cepat. Caranya adalah dengan memotong pucuk di atas payung terakhir dengan ketinggian 2,5-2,75 m dan menggunakan sabit atau pisau yang tajam. Jangan memotong pada pertengahan payung atau pertengahan antar payung.

4. Pengendalian gulma
  • Secara manual, dengan menggunakan alat seperti parang atau sabit.
  • Secara kimiawi, dengan menggunakan bahan kimia (Herbisida). Menurut cara kerjanya herbisida dibagi menjadi dua yaitu kontak dan sistematik.
  • Secara biologis, dengan menggunakan tanaman penutup tanah (LCC).
5. Pemeliharaan Jalan dan Saluran Air
    Pemeliharan jalan dilakukan untuk memperlancar transportasi sewaktu pemeliharaan. Pemeliharaan saluran air perlu diperhatikan terutama pada saat musim penghujan agar tidak terdapat genagna- genangan air.

6. Pemeliharaan Teras dan pembuatan Rorak
     Pemeliharaan teras dilakukan pada teras longsor untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Pemeliharaan teras dilakukan bersamaan dengan pembuatan rorak, sebagai pengganti rorak lama yang telah penuh oleh seresah.

7. Pemupukan
     Pemupukan dilakukan untuk menambah kesuburan tanaman dan produksi lateks yang baik.

8. Pembuatan Rorak.
     Rorak dibuat untuk menampung air dan sisa daun dengan ukuran panjang 2 m, lebar 0,6 m, dan dalam 0,6 m.

9. Cangkul Gruwel.
    Tanah disekitar tanaman dicangkul atau digemburkan agar sirkulasi udara di dalam tanah baik.

10. Pengukuran lilit batang.
      Pertumbuhan yang baik dapat dilihat dari besar lilit batang diukur 7-8 cm dari kaki gajah.
  • TBM 1 : 8 cm
  • TBM II : 18 cm
  • TBM III : 38 cm
  • TBM IV : 45 cm
  • TBM V : 48 cm
Uraian diatas adalah beberapa pemeliharaan pada tanaman belum menghasilan pada tanaman karet. Dengan mengetahuinya kita semua jadi paham bahwa pemeliharaan pada TBM dan TM karet merupakan hal yang harus diperhatikan karena merupakan salah satu biaya investasi terbesar dan dapat menghambat produksi tanaman karet serta menggunakan banyak tenaga kerja, sehingga jika
tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan kerugian bagi perkebunan karet. Semoga Uraian diatas dapat bermanfaat, dan terima kasih sudah mampir di talitashare.com.
salam.....