Proses pengolahan bubuk kopi dari awal panen sampai pascapanen lengkap

Negara Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah termasuk dalam hasil perkebunannya. Ada banyak tanaman perkebunan yang dapat tumbuh di negara tercinta kita ini yang kemudian dapat dimanfaatkan mulai dari produk makanan, kecantikan atau kosmetik, perabotan dan lain sebagainya. Salah satu tanaman perkebunan yang kita akan soroti adalah tanaman kopi. Pastinya kebanyakan dari kita sudah tau yaa tentang tanaman kopi ini. Minuman kopi yang mungkin sering kita seduh adalah salah satu hasil dari pascapanen tanaman kopi. Tanaman kopi dapat diolah menjadi berbagai macam olahan. Nah, kesempatan kali ini talita mau mengulas sedikit tentang hasil olahan pascapanen tanaman kopi yaitu bubuk kopi, gimana sihh cara buatnya sampai pada akhirnya kita bisa menikmatinya, yukk guys simak!

Proses Pembuatan Bubuk Kopi dari awal panen sampai Pascapanen 


Pemetikan Buah Kopi

Pemetikan ini dilakukan pada buah kopi yang sudah cukup matang. Ciri-cirinya buah kopi yang sudah matang  dapat kita perhatikan sebagai berikut :
  1. Buah kopinya itu warnanya merha sempurna, 
  2. Teksturnya lumayan empuk, dan 
  3. Aroma kopinya terasa. 
biasanya sih tanaman kopi ini akan menghasilkan buah pada akhir musim kemarau di sekitar bulan September sampai Oktober. Nanti kalau sudah dipetik, buah-buah kopinya itu dikumpulkan di satu wadah khusus untuk bisa disortir atau dipilih menurut ukuran dan tingkat kematangannya.

Penyortiran Buah Kopi

Penyortiran buah kopi ini dilakukan berdasarkan ukuran penampang dan juga tingkat kematangannya. Tujuannya itu untuk bisa menjaga kualitas kopi yang dihasilkan, terutama untuk buah kopi yang punya mutu baik. Penyortiran buah kopi ini juga bisa berguna pada saat penggorengan biji kopi, semuanya itu bisa jadi matang secara merata karena emang ukurannya sama. Sementara buah kopi mentah yang ikut terbawa sebaiknya kita pisahkan sendiri karena bisa merusak cita rasa dan aroma kopi, karena kopi yang dihasilkan nanti rasanya malah cenderung pahit.

Pengupasan Kulit Kopi

Secara tradisional, buah kopi yang sudah kita sortir tadi kemdian akan dikupas kulitnya dengan cara ditumbuk dengan menggunakan alu di dalam lesung. Pasti teman-teman sudah pada tau kan? Tapi hati-hati waktu memukulkan alu ke buah kopinya, pokoknya jangan sampai buah kopinya itu malah hancur. Nanti setelah beberapa kali penumbukan biasanya lapisan kulit ari, daging buah, dan cangkang kopinya akan terkelupas dengan sendirinya.

Penjemuran Biji Kopi

Biji-biji kopi yang sudah kita kupas kulitnya tadi selanjutnya kita jemur terlebih dahulu dibawah paparan sinar matahari langsung selama 5-7 hari, proses pengeringan ini perlu kita lakukan tujuannya itu untuk mengurangi kadar air yang masih terkandung di dalam biji kopi, jadi kadar airnya nanti tinggal tersisa sekitar 30-35%. Biji-biji kopi yang sudah mengering dengan sempurna ini kemudian bisa kita pindahkan ke tempat penggorengan untuk disangrai.

Penyangraian Biji Kopi

Pada proses penyangraian biji kopi ini biar hasilnya bisa optimal kita bisa menggunakan mesin sangrai kopi. Untuk bahan bakarnya sendiri, lebih baik untuk menggunakan tungku kayu ketimbang kompor gas, karena bisa menambah kenikmatan dan aroma tersendiri pada kopi yang akan dihasilkan. Selama proses penyangraian ini, biji-biji kopinya harus kita bolak-balik secara berkala biar biji kopinya tidak gosong. Pada intinya itu, biji-biji kopinya kita sangrai/goreng sampai permukaannya berubah jadi warna cokelat gelap, aroma kopinya semakin semerbak, dan juga mudah dihancurkan. Sebagai gambaran aja nih, proses penggorengan 2 kg biji kopi itu biasanya memakan waktu sampai 2 jam.

Penggilingan Bubuk Kopi

Langkah yang terakhir itu adalah penggilingan biji-biji kopi yang sudah kita sangrai tadi untuk bisa jadi bubuk. Proses penggilingannya ini bisa kita lakukan dengan menggunakan mesin penggiling kopi, ini kita lakukan kalau kita mau produksi dalam jumlah yang besar, tapi kalau mau dengan cara tradisional bisa dengan cara menumbuknya lagi didalam lesung seperti tadi sampai halus. Kita lakukan penumbukan ini secara berulang kali biar bubuk kopi yang dihasilkan itu bisa punya tekstur yang halus. Setelah ditumbuk, bubuk kopi ini masih perlu kita ayak lagi, tujuannya itu untuk bisa memisahkan partikel bubuk kopi yang masih berukuran cukup besar. Kalau sudah, sebaiknya bubuk kopi hasil proses pengolahan ini tadi kita simpan di dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat, jadi kenikmatannya bisa tetap terjaga.

Gimana guys, Informasi ini sangat cocok yah bagi kita yang sangat suka dengan minuman kopi bukan hanya suka mngkin bisa juga disebut doyan yaa.. wkwkw, terima kasih sudah mampir dan membaca artikel talita, semoga artikel ini bermanfaat...