Cara merawat tanaman bongsai yang baik dan benar agar tetap cantik dan sehat

Bagi kalian yang sangat mencintai keindahan pastinya tau tentang salah satu tanaman unik ini. Yappp, kita akan membahas tentang seputar tanaman bongsai terlebih lagi cara memelihara tanaman ini agar tetap cantik dan baik. Sebelumnya kita kenal dulu yuk pengertian dari tanaman bongsai inii..  

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman dilakukan di pot dangkal yang disebut bon. Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai. 

Nah, setelah tahu pengertian tanaman bongsai, yuk perhatikan beberapa gambar ini. Gambar-gambar dibawah ini adalah contoh dari keindahan pohon bongsai yang bisa anda lihat. stayy...

Gambar 1.

Gambar 2.

Gambar 3.

Gambar 4.

Gimana guys? cantik yaaa?? untuk dapat hasil seperti ini tentunya dilatar belakangi dengan perawatan yang baik dan tepat. Oleh karena itu sebagai berikut talita akan mengulas hal itu, bisa baca uraian dibawah ini. 

CARA MERAWAT TANAMAN BONGSAI AGAR TETAP CANTIK DAN TUMBUH DENGAN BAIK.


1. Sirami tanaman bonsai secara teratur


Penyiraman merupakan suatu hal yang sangat penting yaa??? sebagai asupan bagi tanaman. Penyiraman akan membuat akar bonsai yang tertanam di dalam media tanam pada pot selalu memperoleh asupan air. Penyiraman bonsai bisa dilakukan pada pagi dan sore hari pada musim penghujan. 

Perhatikan pula ketika melakukan penyiraman, pastikan kemungkinan yang mungkin terjadi seperti agar air yang Anda siram akan menembus ke luar melalui lubang pada dasar pot. Hal tersebut menjadi tanda bahwa lubang tidak tersumbat. Apabila terjadi penyumbatan di dasar pot maka tanaman bonsai bisa mengalami pembusukan akar sehingga besar kemungkinan tanaman akan mati. Anda juga sebaiknya tidak menyiraminya terlalu banyak meskipun pot tanaman bonsai ini berlubang karena membuat akar membusuk dan menyebabkan jamur tumbuh pada tanaman.


Dalam merawat tanaman bonsai anda sebaiknya menyiram air secukupnya, tidak kurang apalagi berlebihan. Karena jika kurang maka bonsai akan kekeringan yang bisa membuatnya mati karena tekstur tanahnya yang kering.5 Cara Mudah Merawat Tanaman Bonsai Dengan Baik

Salah satu cara untuk mengetahui level kelembapan tanah pada tanaman bonsai bisa dilakukan dengan menancapkan tusuk gigi pada media tanam apakah tekstur tanah terlalu kering atau basah. Untuk mempermudah lagi anda bisa menanam lumut pada media tanah untuk mengetahui kelembaban tanah.

Bonsai memang perlu dijemur untuk memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk foto sintesisnya namu jika terlalu sering terpapar maka tanaman ini bisa rusak. Perlakuan yang tepat dengan penyiraman yang tepat akan membuat tanaman bonsai tumbuh dengan baik dan sehat.

2. Lakukan penggantian pot tanaman bonsai


Pot tanaman bonsai harus berbentuk dangkal dan diganti minimal sekali dalam satu tahun, hal ini bertujuan untuk mensupport pertumbuha akar yang baru pada tanaman bonsai.

Pot yang anda pilih untuk merawat tanaman bonsai harus memiliki lubang agar ketika ada kelebihan air bisa terpancar dari pot sehingga akar tanaman bonsai tidak akan tenggelam oleh air yang bisa membuatnya busuk. Anda juga harus memilih pot yang memiliki ukuran lebih besar untuk mendorong pertumbuhan bonsai.

3. Pemberian pupuk


Agar tetap hidup, setiap tanaman memerlukan nutrisi. Sama seperti hal nya dengan tanaman laiinya tanaman bongsai juga membutuhkan nutrisi yang cukup dan harus selalu dipenuhi, meski bonsai tumbuh kerdil. Dengan memberikan nutrisi yang memadai, tanaman bonsai Anda bisa hidup hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Pupuk yang diberikan untuk bonsai bisa dibuat dari kombinasi beberapa bahan organik seperti kotoran ayam atau kambing. Jika kesulitan memperolehnya, maka Anda cukup mencari bahan pupuk yang setidaknya menghasilkan pupuk dengan kandungan unsur-unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dengan perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan bonsai. Selain ketiga unsur vital tersebut, bonsai juga memerlukan unsur-unsur lain seperti magnesium (Mg), tembaga (Cu), besi (Fe), belerang (S), dan kapur.

Di Indonesia, banyak penyuka bonsai yang menggunakan pupuk NPK atau pupuk urea, dengan dosis yang tepat sesuai kebutuhan pohon bonsai pastinya. Anda bisa melakukan pemupukan setidaknya satu bulan sekali. Pupuk selain diberikan untuk tanaman, juga perlu diberikan pupuk daun setidaknya tiga kali dalam satu bulan. Penggunaan pupuk majemuk pada bonsai juga harus diperhatikan dengan kondisi tanaman. Jika bonsai mengalami gugur daun, maka konsentrasi N dan K harus lebih besar dibanding P-nya. Sedangkan pada bonsai yang sedang berbuah atau berbunga, sebaiknya tinggikan konsentrasi P-nya.

Dosis yang tepat sangat dibutuhkan untuk merawat tanaman bonsai agar tumbuh sehat. Anda bisa melakukan pemupukan sekali dalam sebulan dengan pupuk urea atau NPK  dan pupuk daun 3 kali dalam sebulan tergantung kebutuhan bonsai.


4. Pemangkasan dan penyiangan tanaman bonsai

Pada tahap ini walaupun terlihat sederhana tetapi sangat memiliki peran penting dala hal memperlihaykan keindahan. Oleh karena itu tidak ada yang bisa memastikan bonsai Anda selalu terlihat mempesona. Ada kalanya pada sekitar bonsai ditumbuhi rumput liar yang bersarang, sehingga keberadaannya mengganggu bonsai, mereka akan ikut memakan nutrisi dari unsur hara pada tanah. Untuk itu, perawatan tanaman bonsai yang juga cukup penting adalah melakukan penyiangan. Bersihkan rumput-rumput atau gulma yang tidak berguna sedini mungkin.

Penyiangan bisa dilakukan hanya dengan mencabut gula dengan tangan. Jika Anda tidak ingin bonsai ditumbuhi rumput liar di sekitarnya, ada baiknya untuk meletakkan lumut hijau atau mos. Keberadaan lumut hijau pada media tanam bisa mencegah tumbuhnya rumput atau gula. Anda bisa mengambil lumut tersebut di tepi-tepi dinding parit atau selokan, kadang di pagar juga ada. Selain mencegah rumput tumbuh, lumut juga bisa menjadi indikator tingkat kelembaban tanah. Jika warna lumut kecokelatan, maka artinya tanah kurang lembab sehingga perlu disiram.

Setelah melakukan penyiangan, perlu juga melakukan pemangkasan bagian batang, cabang, ranting, dan daun bonsai untuk menjaga kualitas bonsai. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan juga kondisi dari bonsai Anda sendiri. Jangka waktu untuk melaksanakan pemangkasan bisa sebulan sekali jika pertumbuhan bonsainya cepat. Jika pertumbuhannya lambat, Anda cukup melakukannya dua atau tiga bulan sekali.

Dalam memangkas dan membentuk dahan tanaman bonsai sebaiknya anda tidak merawat tanaman bonsai dengan memangkasnya menggunakan gunting melainkan alat yang secara khusus untuk memotong dahan bonsai. Karena masing-masing alat mempunyai fungsi yang berbeda semisal membengkokkan dahan, memotong daun, membentuk pohon dll.

Keahlian dan keterampilan sangat dibutuhkan untuk membentuk bonsai menjadi tanaman bernilai seni tinggi dan memikat. Pemangkasan disesuaikan dengan kondisi bonsai dan kebutuhan. Jika pertumbuhannya cepat anda bisa memotongnya setiap satu bulan, tetapi jika pertumbuhannya lambat maka pemotongan cukup 2-3 bulan sekali.


5. Pengendalian Hama dan Penyakit 

Hama dan penyakit merupakan musuh utama bagi berbagai tanaman termasuk pada tanaman bongsai inii. Oleh karena itu anda perlu melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit ini dengan berbagai cara.

Anda bisa menyemprotkan insektisida jika hama seperti: wereng cokelat dan ulat. Dengan perawatan tanaman bonsai yang tepat anda akan memperoleh tanaman yang sehat, anda juga bisa memperoleh bonsai dengan bentuknya sesuai dengan yang anda inginkan. 

Tampilan bonsai akan menarik dan indah jika kondisinya sehat. Kondisi kesehatan bonsai bisa dipengaruhi oleh banyak, termasuk hama dan penyakit. Hama dan penyakit umumnya menjadi pengganggu alias menjadi musuh tanaman bonsai Anda. Beberapa makhluk pengganggu tersebut bisa hewan peliharaan seperti kucing, ayam, dan anjing yang bisa saja menginjak bonsai.

Ada juga hama yang menyerang daun atau bagian lain seperti ulat, belalang, semut, bekicot, rayap, tungau, kutu daun, ataupun serangga lainnya. Hama yang paling sering menyerang bonsai dan perkembangannya sangat cepat adalah kutu dan tungau. Sedangkan penyakit yang bisa menyerang bonsai adalah virus, bakteri, dan jamur. Virus merupakan penyakit yang banyak menyerang bonsai dan bisa didatangkan lewat serangga vektor yang hingga pada bonsai.

Bonsai akan mendapatkan penampilan yang unik dan menarik jika Anda bisa melakukan serangkaian perawatan bonsai yang baik dan rutin. Jagalah tanaman dari hama dan penyakit dengan menyemprotkan pestisida, bakterisida, atau fungisida tergantung tingkat kebandelan dan jenis hama atau penyakit yang menyarang tanaman.

6. Penggantian media tanam dan pembersihan akar

Unsur hara pada media tanam tidak selamanya mampu menutrisi tanaman bonsai Anda. Media tanam yang dibiarkan terlalu lama bisa mendatangkan banyak penyakit. Oleh karena itu, media tanam bonsai perlu diganti setidaknya beberapa bulan sekali.

Selain mengganti media tanam, diperlukan juga melakukan pembersihan akar yang kian lama makin menjalar keluar pot sehingga mempersempit jalan masuk air dan udara menuju ke dalam tanah. Pertumbuhan akar bonsai merupakan indikator tanaman sehat, tetapi jika pertumbuhan akarnya sudah berlebihan dan dibiarkan, maka bonsai bisa tersiksa dan mati.

Pergantian media tanam berupa tanah dan pemangkasan akar perlu dilakukan secara teratur. Kedua cara merawat tanaman bonsai ini dilakukan tergantung pada jenis, umur, keadaan, dan ukuran pohon dan pot bonsai. Umumnya, kedua perlakuan perawatan ini lebih sering dilakukan pada tanaman bonsai yang cepat berbuah atau berbunga, begitupun sebaliknya. Intinya, Anda hanya perlu menyesuaikan dengan usia dan ukuran tanaman. Semakin besar dan tua pohon bonsai, maka penggantian media tanam dan pemangkasan akarnya semakin jarang.


Hal-hal diatas adalah beberapa hal yang mencangkup sekilas mengenai tanaman bongsai, kita sudah mengulas mulai dari mengenal dari pengertian, memperhatikan gambar, dan cara memelihara tanaman bongsai agar tetap cantik dan tumbuh dengan baik. Semoga uraian ini bermanfaat, terima kasih.