Cara mudah membuat perangkap hama wereng yang sederhana dan ampuh

Wereng, walang sangit dan kepik hitam merupakan hama yang cukup berbahaya bagi tanaman padi. Akhir-akhir ini, di beberapa daerah terjadi serangan hama wereng yang menyebabkan  penurunan produksi bahkan gagal panen. Hal ini cukup meresahkan para petani, karena hama ini sudah cukup lama tidak membuat ulah sejak ditemukannya varietas padi yang tahan wereng. Sehingga petani kelabakan untuk mengendalikannya.

Secara spesifik Wereng adalah sebutan umum untuk serangga penghisap cairan tumbuhan anggota ordo Hemiptera (kepik sejati), subordo Fulgoromorpha, khususnya yang berukuran kecil. Tonggeret pernah digolongkan sebagai wereng (di bawah subordo Auchenorrhyncha) namun sekarang telah dipisah secara taksonomi. Karena eksklusif hidup dari tumbuhan, sejumlah anggotanya menjadi hama penting dalam budidaya tanaman. Selain sebagai pemakan langsung, wereng juga menjadi vektor bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan penting, khususnya dari kelompok virus.

Lain halnya dengan hama walang sangit, hama ini sudah sering ditemui oleh petani saat ujung umur tanaman padi. Dikarenakan hama ini sering menyerang, maka petani sudah hafal dan tidak kaget lagi dengan kekacauan yang dibuatnya.  Berbagai penggunaan pestisida  baik yang kimia maupun nabati, sudah diaplikasikan oleh petani untuk mengendalikan hama yang baunya tidak sedap tersebut.

Pada lahan yang beririgasi teknis atau lahan yang terendam air, biasanya hama keong mas cukup banyak ditemui. Hama ini cukup menjengkelkan bagi petani, karena pada saat tanaman masih muda bahkan belum sempat tumbuh di lahan sudah dimakan oleh keong mas. Hama yang satu ini mempunyai kelebihan dapat berkembangbiak dengan cepat. Meskipun jalannya lambat, tapi ulahnya untuk memakan padi cukup singkat. Tidak mengherankan apabila hama ini cukup mengancam tanaman padi.

Hama wereng, walang sangit maupun kepik hitam sangat menyukai bau-bauan tidak sedap. Sehingga kita bisa memanfaatkan keong mas untuk dijadikan umpan agar ketiga hama (wereng walang sangit dan kepik) bisa ditangkap dan dikendalikan. Hal ini seperti yang dilakukan salah satu Gapoktan yang memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitanya saat mengikuti SL PHT. Oleh karena itu sebagai berikut ulasan proses pembuatan perangkap hama yang ampuh..


PERANGKAP HAMA WERENG SEDERHANA DAN AMPUH




Teknologi sederhana untuk pengendalian hama walang sangit, wereng dan kepik hitam. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat perangkap hama tersebut cukup mudah didapat seperti botol bekas air miral, kawat, bambu serta umpan yaitu daging keong mas. Uraian alat perangkap tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan bahan-bahan seperti: daging keong mas botol bekas air mineral ukuran 0,8 atau 1 liter, kawat serta bambu, air deterjen.
  2. Buat lubang memanjang dengan ukuran 5-10 cm dengan lebar 3-5 cm pada dua sisi yang berlawanan bagian leher botol.
  3. Dalam  membuat lubang, dipotong dari bawah ke atas setinggi 7-10 cm dari dasar botol dan jangan sampai putus dibagian atasnya.
  4. Bekas sayatan dilengkungkan keluar mengarah ke atas agar tidak terkena air hujan
  5. Pada tutup botol diberi lubang untuk memasukkan kawat sebagai tempat menggantungkan daging keong mas (umpan).
  6. Daging keong mas ditusukkan ke kawat seperti menusuk sate sebanyak 3-5 buah keong mas.
  7. Agar hama yang terperangkap cepat mati, maka di dasar botol diberi air sabun setinggi 5-7 cm.
  8. Gantungkan botol perangkap hama tadi pada bamboo yangtelah di pasang di lahan.
  9. Perangkap hama tersebutdi pasang ketika tanaman padi mulai bunting sebanyak minimal 30 botol/ha dengan cara diikat pada tiang bambu dengan jarak 3-5 m. Semakin  banyak botol yang dipasang, semakin banyak kemungkinan hama terperangkap. Apabila umpan keong mas susah diperoleh, bias diganti dengan kepiting sawah.
Uraian diatas adalah cara sederhana mengendalikan hama wereng yang apabila dibiarkan dapat menimbulkan dampak yang buruk.