Kumpulan puisi memperingati hari pahlawan 10 november tahun 2017 yang populer

Bangsa Indonesia mengenal tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Mungkin banyak yang belum mengetahui kenapa pada tanggal 10 November tersebut ditetapkan sebagai Hari Pahlawan dan apa latar belakangnya.

Tanggal 10 November 2016 bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Momentum perayaan ini tentunya bukan hanya sekedar hadiah, melainkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. 

Bila kita menengok sejarah masa lalu, perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah di bumi pertiwi ini, tidak bisa dibayar dalam bentuk apapun. Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Mereka rela bertempur mati-matian di medan perang, dan tak pernah gentar meski nyawa menjadi taruhannya. Maka dari itu, kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka saat hari pahlawan 10 November ini.

Oleh karena pentingnya tanggal 10 november ini, sebagai berikut adalah deretan puisi dari berbagai sumber yang menyiratkan pentingnya perjuangan para pahlawan kita di masa lalu. yuk simak!

PUISI MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER TAHUN 2017


GUGUR DI JALAN PEMBELAAN

Pahlawanku …
Derai tangis air mata mengenang tragedi yang keras dan kejam
Nyawa berguguran dimuka bumi pertiwi menjadi saksi
Pembelaan demi negeri untuk meraih kebebasan diri
Darah juang menjadi balasan perang perlawanan sejati

Gugup dan genting keadaan panas membakar semangat
Penjajah datang rombongan dari negeri sebrang bergandengan
Bersenjata runcing nan tajam siap menusuk raga menentang
Kapal militer menepi pada lautan berair api menyala

Begitu perih dan berat pertempuran itu
Melenyapkan nyawa tertusuk bambu runcing bermata tajam
Tertembak peluru tentara bersenjata hingga menembus tulang baja
Jasadmu terkapar tak berdaya penuh peluh luka

Darah merah mengalir bersama sisa-sisa perjuangan mulia
Matamu berbinar menggambarkan keikhlasan nyawa yang hilang
Tubuhmu terbujur kaku dan napas sesak terputus
Raut wajah tersenyum karena mati atas dasar pembelaan

Kini Indonesia telah merdeka berkat kerja kerasmu
Kisah itu menjadi sejarah terkenang anak bangsa
Semoga engkau yang telah berguguran bertempat bahagia di sana
Hingga jasamu terbalaskan dengan nikmat surga-Nya


MENGENANG JASA PAHLAWANKU

Pahlawanku …
Tiada peristiwa seindah kisah seluruh perjuangan
Tiada kata seindah kata pengucapan proklamasi
Terbebaskan hingga sang merah putih terkibarkan
Terdengar lantunan merdu irama lagu Indonesia Raya

Pahlawanku …
Dunia telah mencatat harum namamu di dalam buku ilmu
Engkau telah berguguran atas nama demi persatuan
Menyatukan permasalahan yang menjadi perdebatan
Meraih kemenangan menggapai kedamaian dunia

Pahlawanku …
Peninggalan berharga tidak pernah terlupakan walaupun usang berdebu
Kerja keras meraih keadilan demi manusia
Terseok hingga putus urat nadi tak bersalah
hingga tertinggalkan kenangan yang sangat berharga

Pahlawanku …
Perjuangan itu kini teralih di kedua tangan kami
Menjaga keutuhan negeri yang akan kaya dengan sumber daya
Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia
Dalam naungan indah kata dan falsafah pancasila
Jangan biarkan kami merusak keindahan negeri

Pahlawanku …
Perjuanganmu telah usai berabad yang lalu
Tepuk pundak kami untuk sekuat engkau berani
Tuntun kuasa kami untuk mengembangkan
Potensi diri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia


UNTUKMU PAHLAWAN INDONSIA KU

Demi negri…
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan


PUPUS RAGA HILANG NYAWA

Napak tilas para pahlawan bangsa
Berkibar dalam syair sang saka
Berkobar dalam puisi indonesia
Untuk meraih Cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa
Bersatu dalam semangat jiwa
Bergema di jagat nusantara
Untuk meraih prestasi dan karya

Merdeka…
Kata yang penuh dengan makna
Bertahta dalam raga pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata

Merdeka…
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
Menggelora di garis khatulistiwa
Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

Merdeka…
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di Era dunia


PENGORBANAN

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi


DI BALIK SERUAN PAHLAWAN

Kabut…
Dalam kenangan pergolakan pertiwi
Mendung…
Bertandakah hujan deras
Membanjiri rasa yang haus kemerdekaan
Dia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral

Serbu…
Merdeka atau mati Allahu Akbar
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Engkau teruskan Menyebut Ayat-ayat suci
Engkau teriakkan semangat juang demi negri
Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati
Untuk ibu pertiwi

Kini kau lihat…
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindunganya selalu di hatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia Abadi
(Puisi Karya Zshara Aurora)

Untuk Pahlawan Negriku

Untuk negriku…
Hancur lebing tulang belulang
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati

Ku rela demi tanah airku
Sangsaka merah berani
Putih nan suci
Melambai-lambai di tiup angin
Air mata bercucuran sambil menganjungkan do’a
Untuk pahlawan negri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya
Hanya jasamu yang bisa ku lihat
Hanya jasamu yang bisa ku kenang
Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana
Demi darahmu…
Demi tulangmu…
Aku perjuangkan negriku
Ini Indonesiaku

SEMANGAT PAHLAWAN PERJUANGAN

Begitu harum saat mendengar panggilan namamu
Pejuang kemerdekaan yang tidak pernah letih menghadapi penjajah
Segala kemampuan terkorbankan sekalipun nyawa rela dipertaruhkan
Ikhlas terrasa semua dilakukan demi tanah air tercinta

Pahlawanku ….
Engkau telah menjadi orang yang bersejarah dihadapan kenyataan
Perjuangan yang tidak akan pernah terlupakan sampai menutup mata
Berani menghadapi musuh yang mengobar panasnya api membara
Tak gentar takut mati dan terus maju sergap menghadang

Beribu-ribu tawanan tentara perang menyerbu kawasan
Alam taklagi aman akan cepat terkecohkan dengan keadaan
Langkah kaki segera diperkencang selamatkan dari ancaman
Raut wajah tegang dan seram mata enggan terpejam sedetikpun

Mengatur lincah strategi atau mati di tangan lawan
Berdiam diri atau sembunyi dibalik kuatnya tameng besi
Hilang sejenak dari wajah permukaan perang teruji
Napas tersesak lari kencang menyusuri hutan yang berjeruji

Pahlawanku …
Perjuangan itu sangat mengetuk pintu hati manusia
Nyawa melayang diujung perlawanan rela kau korbankan
Demi tanah air hingga derastumpah darah mengalir
Gugurmu di jalan perang menjadi saksi sulitnya perjuangan

BEBASKAN DARI SENJATA TANAH AIR TERCINTA

Perjuangan pahlawan terkenang selalu dalam ingatan
Tanah air tercinta terbebaskan dari sengsara ketakutan
Anak bangsa tersenyum bahagia saat merdeka jaya
Terhirup udara segar terhindar dari musuh yang bersenjata

Banyak bukti kerja keras perlawanan itu
Kini hanya menjadi sejarah yang tersimpan dalam buku ilmu
Dikenang sepanjang masa oleh para penjuru penghuni dunia
Tidak akan pernah terlupakan jasa yang sungguh berharga

Karna berkat kegigihanmu Indonesia berdiri kokoh dan aman
Bebas dari ancaman dan serangan yang merenggut maut
Bambu runcing menjadi tongkat kokohsenjata berharga
Pendobrak pembela bangunnyakata merdeka bangsa

Darah juang itu menghantarkan pada dunia yang sesungguhnya
Tanpamu pahlawanmungkin hari ini tidak akan secerah ini
Penindasan di negeri akan terus terjadi hingga menyayat nadi
Kejamnya hidup sendiri seperti kerja rodi yang terbukti

Prasasti-prasasti itu kini menjadi bukti peninggalan
Terngiang dipikiran alangkah sulitnya berjuang
Tidak bisa santai apa lagi berdiam diri dan terpatri
Indah sejarahmu terlukis cantik pada anak negeri


PAHLAWAN KU

Pahlawanku…
Bagaimana Ku bisa
Membalas Jasa-jasamu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumuran darah
Haruskah aku tersusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas Jasa-jasamu

Engkau relakan nyawamu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri
Pahlawanku engkaulah bunga bangsa


INDONESIA KU KINI

Negaraku cinta indonesia
Nasibmu kini menderita
Rakyatmu kini sengsara
Pemimpin yang tidak bijaksana
Apakah pantas memimpin negara
Yang aman sentosa

Indonesiaku tumpah darahku
Apakah belum bangun dan terjaga
Pemimpin yang kita bangga
Apakah rasa kepemimpinan itu,
Masih tersimpan di nurani
Dan tertinggal di lubuk hati

Rakyat membutuhkanmu
Seorang khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Yang menyantuni fakir miskin
Mengasihi anak yatim

Kami mengharapkan pemimpin
Yang sholeh dan solehah
Menggantikan tugas Rasulullah
Seorang pemimpin Ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah

Andai aku menemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin negara dan agama
Seorang pemimpin Indonesia ku tercinta
Allah maha mengetahui dan yang mengetahuinya


BAMBU RUNCING

Mengapa engkau bawa padaku
Moncong bayonet dan sangkur terhunus
Padahal aku hanya ingin merdeka
Dan membiarkan Nyiur-nyiur derita
Musnah di tepian langit

Karena kau memaksaku
Bertahan atau mati
Dengan mengirim ratusan Bom
Yang engkau ledakkan di kepalaku
Aku terpaksa membela diri

Pesawat militermu jatuh
Di tusuk bambu runcingku
Semangat perdukaanmu runtuh
Kandas di Batu-batu cadas
Kota Surabaya yang panas


PEMUDA UNTUK PERUBAHAN

Indonesiaku menangis
Bahkan Tercabik-cabik
Dengan hebatnya pengusaanya sang korupsi
Tak peduli rakyat menangis

Kesejahteraan jadi Angan-angan
Keadilan hanyalah Khayalan
Kemerdekaan telah terjajah
Yang tinggal hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kita bersama
Jangan hanya tinggal diam kawan
Mari kita bersatu ambil peranan
Sebagai pemuda untuk perubahan


PUISI PAHLAWAN

Di balik dawai dia berjasa,
Bersembunyi namun terdengar,
Pengantar alunan tanpa terpandang,
Deretan nada tercipta oleh getaran,
Tanpa jasa, beliau mengantar ketentraman di keramaian,
Sekarang, alunan tercipta indah,
Mengalun tenang dan menidurkan,
Menidurkan mereka sehingga terbuai kenikmatan,

Tidak ingat pengantar, lupa akan pembawa kenikmatan,
Nikmat, nikmat, dan nikmat..
Tanpa tahu getir pahit sang pengantar kenikmatan..
Kawan… ingatkah kalian akan pahlawan?
Hai Pahlawan Kami
Oleh : Aang Ependi
Haiiii pahlawan kami!
Jasamu sungguh telah terpatri
Pengorbananmu takan terganti
Apalah jadinya negeri ini
Jika tanpa kegigihanmu memperjuangkan negeri ini

Haiii pahlawan kami!!
Kau telah jadi suri tauladan bagi kami
Kesetiaanmu pada ibu pertiwi
Untuk kedaulatan negeri ini

Haii pahlawan kami!
Perjuanganmu telah tunai
Terimakasih pada Ilahi
Atas Anugerah kemerdekaan yang tak tertandingi

Hai pahlawan kami!
Pengorbananmu sungguh sangat berarti
Jasamu tidak akan kami sia-siakan
Kan ku bangun negeri ini
Dengan semangat tiada henti.


JIWA-JIWA YANG GUGUR

Jiwa jiwa yang gugur
Jasad jasad berserakan di bumi indonesia
Darah menjadi biru hitam jeritan
Rasa takut menyatu dengan hati.
Jiwa jiwa yang gugur
Kini mereka suci di janah
Menjadi tamu allah
Mereka tersenyum di sana
Tersenyum untuk indonesia yang semakin dan menderita.
Jiwa jiwa yang gugur
Tidak tahukah kau jumlah roh yang terpisah dengan jasad?
Beratus bahkan beribu jiwa menjadi almarhum.
Jiwa jiwa yang gugur
Mereka gugur untuk satu nama
Mereka berkorban untuk satu nama
Mereka menangis untuk satu nama
Indonesia….indonesia!


PEMUDA HEBAT PEMBANGUN PERADABAN

Darimu pahlawan kami belajar banyak pengalaman
Sejarah-sejarah yang penuh tantangan itu sangat memacu untuk berjuang
Mengatur strategi setiap tapak kaki melangkah pergi
Mengorbankan segala harta dan jiwa bahkan nyawa

Bumi yang banyak kekayaan ini sudah tidak aman
Saling merebutkan dan saling menembak lempar permasalahan
Perdamaian seakan terhapuskan oleh kepuasan
Dijunjung tinggi persatuan yang sudah tidak bisa disatukan

Tempat ini menangis rindu akan pembelaan
Pembelaan yang tidak hanya memusnahkan lawan permainan
Tapi pembelaan yang tulus akan pentingnya kebebasan
Untuk menciptakan dan memulihkan keadaan

Pemuda hebat kini siap menandingi penjajah itu
Tidak akan kami biarkan Indonesia terkoyak sedikitpun
Tanah nenek moyang menjerit tidak rela jika kau rampas
Paksaan lawan tidak menyurutkan pembelaan kami

Keutuhan bangsa ini adalah tanggung jawab kami
Wasiat pahlawan yang telah gugur duluan
Tapak kaki dan tonggak perjuangan akan kami teruskan
Rela berkorban untuk menjaga keutuhan
Pemuda hebat hidup membangun peradaban.