Faktor penyebab kolesterol naik yang harus diwaspadai untuk mencegah

Sekarang ini ada banyak sekali jenis penyakit, entah itu penyakit ringan atau bahkan penyakit yang serius kita perlu waspada dan menjaga pola hidup sehat. Terkadang orang yang sudah memiliki pola hidup sehat juga bisa terkeserang sebuah penyakit apalagi orang yang sebaliknya pasti beresiko lebih besar. Salah satu penyakit yang perlu anda waspadai adalah kolesterol tinggi.


Nah mengetahui cukup berbahaya nya penyakit ini, Maka, talita akan memberi ulasan singkat tentang faktor-faktor penyebab seseorang bisa terkena kolesterol tinggi. yuk simak!

Faktor penyebab kolesterol tinggi

GAYA HIDUP TIDAK SEHAT

Kebiasaan  mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hal yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah adalah tingginya kadar lemak jenuh dalam makanan tersebut. Makanan-makanan yang tinggi kadar lemak jenuhnya antara lain santan, jeroan, otak sapi, daging kambing, daging bebek dengan kulit, kulit ayam, kerang, udang, cumi, dan telur burung puyuh.

Keengganan untuk berolahraga atau kurang melakukan aktivitas fisik.
Terutama bagi Anda yang merokok, pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL atau kolesterol baik untuk mengangkut timbunan lemak dari tubuh menuju hati untuk dibuang. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
Kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

OBESITAS

Faktor lain yang menjadikan seseorang lebih beresiko mengalami kolesterol tinggi adalah obesitas dan memiliki lingkar pinggang yang berlebihan. Untuk kita yang termasuk bangsa Asia, obesitas berarti memiliki indeks massa tubuh di atas 25 (kg/m2) sedangkan dikatakan lingkar pinggang berlebihan dimana melewati 90 cm bagi laki-laki atau 80 cm untuk perempuan. Jika seseorang mengalami obesitas, maka dia cenderung memiliki kadar kolesterol jahat dan kadar trigliserida yang lebih tinggi serta kadar kolesterol baik yang lebih rendah. Trigliserida adalah jenis lain dari zat lemak pada darah. Ada beberapa penyebab naiknya kadar trigliserida dalam tubuh seseorang, antara lain karena faktor genetik, kegemukan, terlalu banyak mengonsumsi minuman keras, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau lemak tinggi.

Jika Anda memiliki gangguan metabolisme kolestrol di dalam tubuh, maka Anda perlu diet, berolah raga, dan tambahan obat-obatan. Sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut. Dokter yang baik akan memberikan obat berdasarkan faktor keamanan. Bukti klinis suatu obat juga harus menjadi bahan pertimbangan jika obat tersebut akan dikonsumsi untuk jangka panjang.

FAKTOR INTERNAL

Selain gaya hidup, ada beberapa kondisi yang bisa mengubah kadar kolesterol seseorang menjadi tinggi, di antaranya adalah tekanan darah tinggi dan diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Mengobati kondisi-kondisi mendasar tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

FAKTOR GENETIK

Kolesterol tinggi rentan dialami oleh ras-ras tertentu di dunia. Seseorang yang berketurunan Bangladesh, India, Sri lanka, atau Pakistan lebih berisiko mendapatkan kolesterol tinggi. Selain ras, usia juga menjadi faktor penentu. Seiring pertambahan usia, risiko untuk terena penyempitan arteri atau aterosklerosis makin meningkat.

Kondisi kolesterol tinggi yang terjadi di dalam keluarga disebut familial hypercholesterolaemia. Satu dari lima ratus orang mewarisi kondisi ini dari orang tua. Seseorang yang memiliki kondisi ini, biasanya tidak bisa menghilangkan kelebihan kolesterol yang terdapat dalam darah dengan sempurna. Dan bagi mereka yang hidup dengan kadar kolesterol tinggi, berarti berisiko untuk mendapatkan gangguan jantung dini. Anda lebih rentan terkena kolesterol tinggi jika keluarga laki-laki (ayah atau saudara kandung) terkena stroke atau penyakit jantung koroner di bawah usia 55 tahun. Anda juga rentan memiliki kolesterol tinggi jika keluarga perempuan Anda (ibu atau saudara kandung) terkena stroke atau darah tinggi di bawah usia 65 tahun.

Namun demikian, daripada Anda mengobati tingginya kadar kolestrol, tentu saja lebih baik mengontrol dan mengendalikan kadarnya agar tetap normal. Nah, berikut ini langkah-langkahnya:

MENGETAHUI KADAR KOLESTROL

Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolestrol total Anda di bawah 200 mg/dl, dengan kadar LDL (kolestrol jahat) di bawah angka 130, dan HDL (kolestrol baik) berada di atas angka 40.

MENJAGA KESEIMBANGAN BERAT BADAN

Mengurangi berat badan yang berlebih merupakan salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolestrol dalam darah. Penelitian juga menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih dapat mengganggu proses metabolisme tubuh dalam menghancurkan lemak.

Meskipun Anda hanya mengkonsumsi sedikit lemak, tidak berarti penurunan kadar kolesterol akan segera terlihat. Dalam hal ini Anda perlu mengurangi sekitar 2.5 – 4.5 kilogram berat badan agar bisa memperbaiki kadar kolestrol.

AKTIFITAS FISIK RUTIN

Salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol adalah dengan berolah raga secara rutin. Jalan kaki atau jenis-jenis olah raga ringan lainnya yang dilakukan secara rutin akan membantu meningkatkan kadar HDL. Pastikan bahwa Anda berolah raga selama 30 menit dalam sehari dan lima hari dalam seminggu.

BERKENALAN DENGAN LEMAK BAIK

Jika telah terdiagnosa memiliki kadar kolestrol tinggi, biasanya Anda disarankan untuk menurunkan konsumsi lemak. Sebaiknya Anda mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal, seperti selai kacang, avokad, minyak zaitun dan kanola, serta kacang-kacangan. Penelitian membuktikan bahwa jenis lemak tersebut membantu menurunkan kadar LDL dan Trigliserida dalam darah, serta meningkatkan HDL.

Berikut cara mengonsumsi lemak yang baik:

  1. Pilihlah minyak nabati seperti minyak jagung atau minyak soya (kedelai) daripada minyak hewani.
  2. Baca label yang tertera pada minyak sayur (vegetable oil), lalu pilih yang mengandung terutama lemak tak jenuh rantai tunggal atau jamak.
  3. Gantilah daging dengan tahu, kacang, atau sayuran.
  4. Pilihlah daging kurus daripada daging sosis atau luncheon meat (daging kaleng)
  5. Buanglah lemak pada daging, juga pisahkan kulit pada ayam dan bebek.
  6. Banyak makan sayuran, termasuk tahu dan kacang , daripada makan daging.
  7. Pakai margarin tak jenuh daripada butter.
  8. Pilih susu rendah lemak (low fat) daripada susu full cream.
  9. Untuk orang dewasa sehat, telur dibatasi 2-3 butir seminggu, sedangkan untuk anak dan remaja bisa 6-7 telur per minggu. Untuk yang mempunyai kolestrol tinggi, telur harus dibatasi 1-2 per minggu.
  10. Kurangi masak dengan cara menggoreng, lebih baik dengan cara mengukus, merebus. membakar, atau memanggang.
  11. Batasilah makanan yang kaya lemak hanya dua kali per minggu.
  12. Hindari makan babi, kambing, jeroan atau makanan yang banyak mengandung lemak.
  13. Batasi makanan udang, kepiting, atau kerang.
  14. Jauhi kue yang banyak krim atau minyak.
  15. Carilah buah segar setiap hari.
  16. Banyak mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah, padi-padian, dan kacang-kacangan. Makanan daging, ikan, udang, telur, dan susu sama sekali tidak mengandung serat.


MENGONSUMSI MULTIVITAMIN

Sekalipun telah mengonsumsi makanan yang sehat, tetap saja ada kemungkinan tubuh Anda kekurangan unsur nutrisi tertentu. Untuk mengatasi kondisi tersebut Anda perlu mengonsumsi multivitamin atau suplemen makanan untuk mencukupi kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Sebaiknya Anda memilih vitamin yang mengandung asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12. Alasannya, ketiganya bermanfaat penting dalam menjaga kesehatan jantung.

POLA MAKAN YANG BENAR

Tingkat kolesterol dapat diturunkan dengan mengikuti pola makan yang sehat dan benar. Kurangilah konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan minyak seperti goreng-gorengan, jeroan, bebek, kulit, sosis, hamburger, kepiting, udang, cumi, margarin, mentega, kuning telur, susu berlemak dan keju.

Lebih baik mencegah yaa daripada mengobati.. Dengan mengetahui penyebabnya, maka anda akan tahu apa saja yang perlu dihindari untuk mencegah terrserang penyakit ini. Mari jaga kesehatan karena talita pernah dengar seseorang yang bilang bahwa kesehatan itu murah tapi akan menjadi mahal kalau kita sakit... Semoga artikel ini bermanfaat!