Tips sederhana mengempukkan daging yang alot

Daging merupakan salah satu bahan makanan yang memerlukan perlakuan khusus dalam mengolahnya, daging yang alot tentunya mengurangi kelezatan sajian. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan daging menjadi keras dan alot saat dimasak. Kita pastinya tidak mau bukan menghidangkan masakan dari daging yang alot? Oleh karena itu  ada berbagai cara untuk mengempukkan daging. Mulai dari cara sederhana penggunaan palu pengempuk untuk memukul-mukul daging hingga membalurkan bubuk instan pengempuk dan dapat juga menyimpannya di dalam frezeer terlebih dahulu dan ada berbagai cara lainnya. Ada pula beberapa bahan alami yang dapat digunakan yang bisa mengempukkan sekaligus memperkaya rasa sajian daging.  Sebagai berikut beberapa cara mengempukkan daging.


Tips sederhana untuk mengempukkan daging agar tidak alot

Simpan di dalam freezer

Mengempukkan daging secara tradisional dengan membiarkannya layu dan menyimpan di dalam freezer. Mungkin kita berpikir bahwa membuatnya beku akan menyulitkan kita saat mengolah, namun ternyata daging yang sudah disimpan di dalam freezer lebih empuk dan mudah diolah ketimbang daging segar yang baru saja dipotong.Cuci bersih daging setelah dibeli dari pasar atau supermarket di bawah air yang mengalir. Bumbui daging (tergantung menu masakan), simpan di dalam wadah tertutup rapat dan simpan di dalam freezer hingga waktu yang dibutuhkan.

Potong Daging Melintang pada Seratnya

Teknik memotong daging sapi yang benar akan membuat dagingnya lebih empuk saat disantap. Caranya dengan memotong daging sapi mesti melawan alur uratnya. Kemudian, potong daging sapi dengan melawan arah serat dagingnya.

Pengaturan api

Saat melakukan pemanggangan , pengaturan lama api sangat penting untuk menghasilkan keempukkan bagi daging yang berbeda-beda. Yang perlu anda tahu bahwa tingkat kematangan dibagi menjadi tiga yaitu diantaranya menjadi rare - medium rare - medium - medium well -well done. Semakin lama proses pemanggangan pada daging akan semakin keras karena juice pada dagingnya berkurang. Jika ingin terasa lebih empuk maka cobalah kematangan pada medium/medium well yaitu tingkat kematangan sedang.

Menggunakan bumbu instant

Saat ini sudah ada bumbu instant yang fungsinya untuk mengempukkan daging. Bumbu ini umumnya mengandung enzim papain atau bromelin, dan dikemas dalam bentuk powder. Cara menggunakannya mudah, setelah daging dicuci bersih, daging cukup ditaburi dan diremas-remas dengan bumbu. Tidak usah terlalu banyak, baca aturan pemakaian. Cukup didiamkan selama beberapa saat, maka daging akan jauh lebih empuk.

Memukul daging

Cara yang cukup muda untuk mengempukkan daging adalah dengan memukul-mukul daging tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan palu daging. Yang perlu diingat jangan memukul daging tersebut terlalu keras karena nantinya akan membuat daging akan hancur.

Bungkus dengan daun pepaya

Daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat mengempukkan daging. Caranya mudah saja, cukup meremas-remas daun pepaya muda hingga keluar getahnya, kemudian gunakan untuk membungkus daging.

Menggunakan nanas

Nanas mengandung enzim bromelin, yang cara kerjanya sama dengan enzim papain. Enzim bromelin ini dapat menguraikan serat-serat daging sehingga menjadi lebih empuk saat diolah. Cuci bersih daging setelah dibeli dari pasar atau supermarket di bawah air yang mengalir. Lumuri sambil remas-remas daging dengan nanas yang sudah diblender. Diamkan minimal 30 menit sebelum dimasak.

Beberapa bahan perendam yang dapat mengempukkan daging diantaranya :

Saus tomat
Tomat juga mengandung asam yang cukup tinggi. Maka melumuri daging dengan saus tomat juga bisa membantu membuatnya empuk. Kandungan asam ini juga menjadi alasan utama mengapa tomat dijadikan sebagai saus BBQ dan dioleskan ke atas daging sebelum dibakar.

Garam laut
Taburkan garam laut (bukan garam dapur) ke seluruh permukaan daging. Diamkan selama satu jam, baru kemudian diolah. Garam akan membantu menghancurkan ikatan protein yang ada di dalam daging sehingga daging akan terasa lebih empuk.

Jahe
Enzim proteolitik alami yang terkandung dalam jahe berfungsi untuk mengurai ikatan protein dalam daging sehingga jadi lebih empuk. Lumuri daging dengan jahe yang sudah diparut selama beberapa menit sebelum mengolahnya.

Jus jeruk, cuka, atau wine
Cairan yang memiliki kandungan asam bisa membantu melembutkan otot dan serat daging sekaligus menambah rasa. Gunakan saja jus  yang punya kandungan asam tinggi seperti lemon, jeruk nipis, atau nanas. Sedangkan untuk cuka, Anda bisa menggunakan aneka cuka seperti cuka apel, balsamic, atau cuka yang ada di dapur. Jika ingin daging lebih punya rasa yang unik, anggur merah bisa digunakan untuk bahan perendam. Kandungan tanin dalam anggur merah bisa membantu melembutkan daging.

Nanas, kiwi, dan pepaya
Buah-buahan ini mengandung enzim nabati yang mampu melarutkan protein dan jaringan ikat pada daging. Untuk mengempukkan daging, buah-buahan ini bisa dihaluskan atau dipotong tipis. Kemudian gunakan untuk melumuri daging dan diamkan beberapa jam sebelum dimasak.

Mentega susu dan yogurt
Kedua bahan ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Produk ini juga mengandung kalsium yang bisa mengaktifkan enzim dalam daging untuk memecah protein.

Kopi
Selain nikmat diminum, kopi juga menjadi bahan pelembut daging alami sekaligus memperkuat rasa daging. Untuk menggunakannya, panaskan satu gelas kopi kental, kemudian dinginkan dan gunakan untuk merendam daging. Rendam selama 24 jam sampai daging empuk baru diolah.

Teh
Teh tak hanya punya berkhasiat untuk kesehatan saja, tapi juga untuk mengempukkan daging. Kandungan tanin di dalamnya berfungsi sebagai pengempuk alami. Buat 1-2 cangkir teh hitam yang pekat, diamkan sampai agak dingin kemudian rendam daging (marinade) dalam air teh beberapa menit.