Kumpulan puisi Menyambut Hari Guru 25 November 2017 terbaik dan terpopuler

Guru tentunya adalah sosok yang turut ikut berperan penting dalam hidup kita yaa.. dimana ia banyak mengajarkan hal berguna untuk kita semua. Dari awal kita masuk sekolah dasar, yang belum mengetahui apa-apa jadi bisa membaca, menulis, bisa berhitung, dan lain sebagainya. Kesuksesan yang kita raih dalam suatu hal sangat erat kaitannya dengan sosok seorang guru. Bahkan ada banyak julukan yang diberikan kepada guru misalnya, pahlawan tanpa tanda jasa dan juga ada lagu himne guru. 

Sosok guru memang tak pernah lepas dari hidup kita dimana kita harus belajar banyak hal mengenai kehidupan. Sudahkah kalian bersyukur dan berterima kasih pada guru kalian? Pada tanggal 25 November 2017 akan diperingati sebagai Hari Guru sekaligus Hari ulang tahun PGRI  (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Guru dan pendidikan adalah kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Karena seorang guru seseorang bisa menjadi sosok yang diidamkan dan dicita-citakan. Memperingati Hari Guru 25 November 2017, Sebagai berikut adalah beberapa puisi yang mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada guru yang telah mengajarkan banyak hal. Kita perlu ingat bahwa kita tidak akan menjadi apa-apa tanpa seorang guru. Pada tanggal 25 November 2017 ini kita ingin menjadikan suatu hari yang istimewa bagi guru kita dengan puisi-puisi yang menyentuh hati. yuk simak!

Kumpulan Puisi Hari guru pada 25 November 2017 terbaik dan terpopuler


GURU  KU

Guruku…
Terimakasih
Kau telah mendidik kami

Saat kami tak bisa
Dengan penuh rasa sabar
Kau mengajariku

Jika guru sedang marah
Bukan tanda tak sayang
Bukan tanda tak peduli

Jasa engkau amatlah besar
Mendidik para tunas bangsa
Rasa terimakasihku amat besar padamu

Kau pahlawanku sepanjang masa
Kau selalu terbayang di benakku
Sampai jumpa pahlawanku
Aku berjanji menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang
Ketika ku dewasa
Aku berjanji menjadi orang yang berguna
Berguna untuk agama
Berguna untuk negara
Dan berguna untuk ayah dan ibuku
Sampai jumpa guruku
Terimakasih wahai guruku atas apa yang telah kau lakukan untukku
I LOVE YOU MY TEACHER

PUISI HARI GURU 

Peluhmu Saat Engkau Lngkahkan Kakimu
Tak pernah Kau Hiraukan
Demi untuk menemui kami
Menemui kami yang membutuhkanmu
Membutuhkan ilmu dan Tauladanmu

Oh guruku Kau begitu Muliya
Tak Kan pernah kulupa
Kasih sayang mu sungguh tak terkira

Jalan yang kulalui
Kadang penuh derita namun tak pernah Kau perdulikanya

marahmu Kadang membuat Kami takut
Ancamanmu Kadang membuat Kami Ciut
Namun kami tau itu kasihmu
Itu hanyalah Bentuk kekawatiranmu Pada kami
Yang kadang tak bisa memahami diri sendiri

di Hari ini 25 November ini 
Kami bersyukur Bisa bertemu denganmu
Melihat Wajahmu
melihat senyummu
Dihari ini 25 November Kami Ucapkan
SELAMAT HARI GURU
untuk Pendidikku Yang penuh kasih
Kami sayang Padamu
Biarkanlah perasaan ini selalu bersama kami
I Love U Guruku.

GURU

Aku pintar karenanya
Dia mengajarkanku
Hingga aku meninggalkannya untuk meneruskan cita-cita
Dialah pengajarku
pahlawanku
Dialah guruku

Wahai guruku
Bagaimana bisa aku balas apa yang telah kau lakukan
Aku hanyalah seorang anak kecil
Anak yang ingin menggapai cita-cita
Membahagiakan orang tua yang telah merawatku
Hingga sekarang ini

Ya Tuhan
Mungkinkah aku harus menjadi anak yang baik,sholih,dan pintar
Untuk membahagiakannya?
Kau selalu menjawab pertanyaanku
Walau terkadang kau tak bisa menjawab pertanyaanku
Kau selalu ada di dalam hatiku
Doakan aku dapat menggapai cita-cita yang aku impikan
Guru..

TERIMA KASIH GURU

Terima kasih guru
yang mengajarku dulu
membawaku ke ladang-ladang
ilmu
dengan sabar tak kenal jemu
kini kupetik buah kejayaan itu
dari pohon jasa seharum narwastu.

Terima kasih guru budiman
yang merungkai erti kehidupan
menanam benih-benih kemanusiaan
memadam puntung-puntung
kesombongan
bagai bintang di kegelapan malam
di tengah lautan jadi pedoman.

Terima kasih guru jauhari
yang membugar perkebunan budi
lembut menyiram akal pekerti
tekun menyemai mulia peribadi
jasa baktimu terhampar pasti
moga Tuhan sentiasa memberkati.

Terima kasih guru tercinta
menyahut cabaran semangat perkasa
memperkukuh iltizam membina bangsa
gelanggang pendidikan diri diperhamba
modal insan dijana dipelihara
melahirkan pemimpin memacu negara.

Abadi Dalam Harum Nama

Guru pendidik mulia
sudah berabad lalu
bermandi keringat
meniti gigi hari
mendaki puncak tinggi
di merata lurah dan denai
menabur bakti
tanpa mau dipeduli.

Guru pendidik mulia
bukan untuk dipuja
atau di dewa-dewa
siang dan malarnnya
adalah perjuangan jua
rela meluah bahagia
menelan duka nestapa
dengan senyum dan takwa
biarpun sayup di hutan belantara.

Guru pendidik mulia
laksana kuntum kembang mekar
memuncak nama pembela sejahtera
abadi dalam harum nama.

Dia Seorang Guru

Dia seorang guru tua sebuah sekolab
terdidik dalam negeri tanpa berjela ijazah
penunggu setia sekolah desa bukan cuma ganiaran upah
tidak juga mengharap kemilau gelar dan anugerah
sekadar kerelaannya menggenggam suatu amanah

yang mengangkat harga diri dan maruah
dengan berbekalkan keyakinan dan hikmah
dengan kelkhlasan had dan pasrah
dengan tidak mengenal jemu dan penat-lelah
yang diperkirakan kepuasan diri membangun ummah
berlandas paksi yang jelas dalam tuju-arah.
Dia seorang guru pengganti ayah ibu
dia seorang guru pembentuk generasi baru
dia seorang guru pembina insan sepadu
dia seorang guru pewaris tamadun ilmu
yang terus hidup sepanjang waktu
diimbau berbunyi dilihat bertemu.

Jasamu Dikenang

Segala bakti yang engkau curahkan
mengajar mendidik anak bangsa
segala jasa yang engkau taburkan
menjadi kenangan tak akan kami lupakan.


Engkau laksana pelita di malam gelita
memancarkan sinar sepenuh rela
jiwamu tabah hatimu cekal
kasihmu sud semangatmu berkobar
yang tak pernah mengenal erti putus asa
yang tak pernah meminta puji dan puja.

Jasamu tak akan luput dalam ingatan kami
sepanjang hayat mekar di sudut had
tiap sepatah katamu mengisi erti
tiap madahmu mengandungi hikmat
pembentuk peribadi penegak kebenaran
pengatur hidup petunjuk kebahagiaan.

Hanya kata-kata ini yang dapat kami lafazkan
terkumpul dari seribu hati menjadi satu
menadah tangan dengan doa restu
kepada Tuhan yang menjanjikan pembalasan
kepadamu guru-guru yang berjiwa mulia
pembimbing petunjuk ke arah maju jaya.

Jujur dan ikhlas engkau berbakti
di kota dan desa atau di huj’ung negeri
cekal dan tabah menempuh dugaan
hidupmu bagalkan pelita di tengah malam
membakar diri menerangi yang kelam
jasamu akan karra kenang sepanjang zaman.

Guru oh Guru

Berburu ke padang datar,
Dapat rusa belang kaki;
Berguru kepalang ajar,
Ibarat bunga kembang tak jadi.

Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum menjadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetlaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.

Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat “cikgu” kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.