Morfologi dan klasifikasi tanaman karet

Setiap Makhluk hidup pasti memiliki klasifikasi atau pengelompokan agar mudah dipelajari, Begitu pula dengan tanaman karet. Selama saya bersekolah di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Saya belajar untuk mengenal tanaman dan tumbuhan dari klasifikasi dan morfologi tanaman tersebut. Salah satu tanaman yang saya pelajari adalah tanamaan karet. 
Tidak seperti tanaman lain, tanaman ini termasuk tanaman perkebunan yang memanfaatkan getahnya untuk tahap produksi. Sebelum belajar lebih lanjut tentang tanaman ini kita harus tahu klasifikasi dan morfolgi nya terlebih dahulu. Sebagai berikut adalah klasifikasi dan morfolgi tanaman karet yang sudah saya pelajari.
Dalam dunia tumbuhan tanaman karet tersusun dalam sistematika sebagai berikut :

Kingdom   : Plantae (Tumbuh-tumbuhan)
Divisi        : Spermathopytha (Tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (Biji tertutup)
Kelas         : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo         : Euphorbiales
Family.     : Euphorbiaceae
Genus.      : Hevea
Spesies.    : Hevea Brasiliensis

Morfologi tanaman karet adalah sebagai berikut :
AKAR
Biji karet berkeping dua memiliki sistem perakaran tunggal. Akar paling aktif menyerap air dan unsur hara adalah bulu akar yang berbeda pada Kedalaman 0-60 cm dan jarak 1 m - 2,5 m Dari Pangkal pohon.

BATANG
Berbatang lurus dan bercabang. Lilit batang tanaman muda pada tanaman belum menghasilkan (TBM) berkisar 6 cm - 4,5 cm, sedangkan pada tanaman menghasilkan (TM) lebih besar dari 45 cm.
DAUN
Warna daun hijau mengilap dan jumlah helai daun pertangkai tiga buah atau berbentuk menjari. Daun mengalami gugur sekali setiap tahun.
BUNGA
Bunga pada tanaman karet ini tumbuh setelah tanaman mengalami gugur daun. Bunga tanaman karet terdiri atas putik dan tepung sari (bunga berumah satu).

BIJI
Biji terbentuk Delapan buah setelah gugur daun. Biji dianggap matang dan siap menjadi benih ditandai dengan jatuh Secara alami. Biji yang siap semai adalah biji yang memiliki ciri yaitu berwarna mengkilat dan berisi. Biji yang ringan dan memiliki fisik yang cacat tidak baik untuk di semai. Biasanya penyeleksian biji dilakukan dengan cara menenggelamkan dalam air atau seleksi pantul atau lenting.


Nahh itu adalah teori dasar dalam pengenalan salah satu tanaman perkebunan yaitu tanaman karet. Dengan mengetahui klasifikasi dan morfologi nya terlebih dahulu, akan memudahkan kita dalam mempelajari tanaman tersebut. semoga uraian diatas dapat bermanfaat dan membantu!