Cara melakukan grafting pada tanaman buah

Informasi seputar dunia pertanian itu luas yaa.. Nah kali ini saya senang berbagi info mengenai salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yaitu grafting/sambung pucuk pada tanaman buah atau tanaman lainnya. Sebelum itu kita harus tau nih apasih itu grafting? Bagaimana melakukan sambung pucuk? Apa saja syarat mutlak yang harus dipenuhi agar berhasil? Dan tanaman apa saja yang dapat di gunakan untuk metode perbanyakan ini?? Yuk simak!

Pada prinsipnya, grafting adalah menggabungkan dua bagian tanaman (organ dan jaringannya) yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tadi. Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya dalah batang bawah dan batang atas. Jadi dapat disimpulkan bahwa Grafting adalah penggabungan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sehingga tercapai persenyawaan, dimana tanaman gabungan ini akan tumbuh terus sebagai tanaman baru. Grafting terbagi dalam beberapa cara :
1. Sambung batang
  • sambung pucuk
  • penyusuan
2. Sambung mata tunas (okulasi).

Alat-alat yang dibutuhkan gunting stek, pisau stek/cutter, tali plastik.
Langkah – langkah penyambungan:
  1. Memilih batang bawah yang diameternya kurang lebih sama dengan batang atas. Potong batang bawah kurang lebih 20 – 25 cm dari permukaan tanah atau sekitar 3 cm dari bagian hipokotil. Kemudian batang bawah di belah sekitar 2-2,5 cm.
  2. Batang atas yang sudah disiapkan buang daunnya, kemudian sayat kedua sisi pangkal cabang sepanjang2- 2,5 cm, sehingga bentuk seperti mata kampak.
  3. Selanjutnya batang atas di masukkan kedalam belahan batang bawah.
  4. Pengikatan atau pembalutan menggunakan sealtip(isolasi paralon) atau bisa juga menggunakan tali yang terbuat dari plastik es.
  5. Tujuan penyungkupan adalah untuk menjaga kelembapan agar tetap tinggi dan mengurangi penguapan di sekitar sambungan. Tempatkan tanaman tang sudah tersambung di tempah yang teduh atau di beri naungan agar terhindar dari panas matahari langsung.
  6. Proses selanjutnya tinggal perawatan bibit sampai siap di tanam di kebun,sekitar 3-6 bulan kemudian. Teknologi bisa anda coba dan diterapkan pada tanama buah yang berbatang keras seperti mangga, durian, alpukat dll.

Membuat bibit tanaman dengan cara vegetatif (tanpa melalui proses perkawinan = aseksual) adalah salah satu cara untuk mempertahankan kualitas genetik Pohon Induk tanaman buah yang telah diketahui mempunyai sifat-sifat unggul : berumur genjah, produktivitas tinggi dengan kualitas buah prima, tahan atau toleran terhadap serangan hama dan penyakit tanaman, tahan kekeringan, bibit turunan klonalnya mempunyai daya adptasi tinggi di berbagai lokasi tanam, dan lain sebagainya.

Pada beberapa jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, durian, dan jeruk misalnya, dimungkinkan untuk disambung pada saat umur batang bawah masih sangat muda, berkisar antara 4 hingga 10 minggu pasca semai biji dan biji memunculan batang utama.

Nah kelihatannya mudah tetapi sebenarnya dibutuhkan keahlian. Jika anda termasuk orang yang ingin mencobanya, maka perhatikan secara detail apa saja yang harus dilakukan. SELAMAT MENCOBA!