TIRULAH IMAN MEREKA_HENOKH

TIRULAH IMAN MEREKA_HENOKH

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari tokoh-tokoh dalam kitab suci. Kehidupan mereka tentunya sangat berbeda dengan kehidupan zaman sekarang. Ada banyak kesulitan dalam menjalankan kehidupan mereka, tetapi sekarang hidup kita telah dipermudah dengan berkembangnya teknologi dan pengetahuan manusia. Namun, satu hal yang tidak berubah adalah banyaknya ketidakadilan yang terjadi. Banyaknya tindakan-tindakan yang tidak baik yang dilakukan dimuka bumi ini. Contoh nya saja pada Zaman Henokh. Kekerasan dan ketidakpedulian memenuhi bumi, Tetapi Henokh tetap beriman kepada ALLAH, ia tetap menjalankan apa yang baik meskipun hal itu bertentangan dengan orang-orang sezamannya. Ia terus melakukan hal positif dan menyenangkan dimata ALLAH. Kisahnya dicatat di kitab suci yaitu kejadian 5:21-24; namun namanya juga disebutkan di Ibrani 11:5 dan Yudas 14,15.

Ia telah menyenangkan ALLAH
Henokh hidup cukup lama. Mungkin sulit bagi kita membayangkan pria yang mencapai umur  365 tahun, empat kali lebih lama dari orang-orang dizaman sekarang! Tapi dia tidak terlalu tua pada orang-orang sezamannya. Lebih dari sekitar 50 abad yang lalu, umur orang-orang dizaman itu lebih panjang daripada sekarang. Adam, masih hidup hingga tiga abad berikutnya! Beberapa keturunan adam bahkan lebih lagi. Jadi pada umur365 tahun, Henokh masih kelihatan segar dan masih banyak hal yang bisa dia lakukan. Tapi sayangnya itu tak terjadi.

Henokh sepertinya dalam bahaya. Bayangkan, dia sedang bersembunyi untuk menghindari orang-orang yang tidak suka dengan berita dari ALLAH yang dia sampaikan. Wajah mereka dipenuhi kemarahan. Mereka membencinya. Mereka menghina beritanya dan ALLAH yang mengutusnya. Mungkin Henokh berpikir bahwa ia tidak mungkin bisa bertemu dengan keluarganya lagi. Apakah ia memikirkan istrinya, anak-anaknya, metuselah atau Lamekh cucunya?
Henokh tokoh yang kurang dikenal dalam kitab suci. Hanya tiga buku dari kitab suci yang menyebutnya. Tetapi ia memiiki iman yang hebat. Jika demikian kita bisa belajar dari teladan iman Henokh.

HENOKH TETAP BERJALAN DENGAN ALLAH YANG BENAR
Manusia begitu jahat ketika Henokh lahir, itu terjadi pada generasi ketujuh adam. Memang, manusia masih dekat dengan kesempurnaan yang pernah dimiliki oleh adam dan hawa. Jadi, umur mereka sangat panjang. Tetapi, hubungan mereka dengan ALLAH sudah rusak. Kekerasan meluas. Kecenderungan itu dimulai pada generasi kedua, saat kain membunuh saudaranya, Habel. Salah satu keturunan kain sepertinya sangat bangga  karena lebih kejam dan pendendam daripada kain! Pada generasi ketiga, muncullah kejahatan baru. Orang-orang menyebut ALLAH dengan tidak hormat.

Ibadah yang buruk itu tampaknya umum pada zaman Henokh. Saat tumbuh dewasa, Henokh harus memilih. Apakah dia ikut-ikutan seperti mereka? Atau apakah dia mulai mencari ALLAH yang benar? Dia pasti sangat tersentuh saat merenungkan kisah habel, yang mati karena beribadat kepada ALLAH dengan benar. Henokh memutuskan untuk meniru Habel. Kejadian 5:22 berkata "Henokh terus berjalan dengan ALLAH yang benar" Kata-kata itu memperlihatkan bahwa Henokh adalah orang yang saleh dalam dunia yang tidak saleh. Dia orang pertama dalam kitab suci yang digambarkan seperti itu.

Kita tidak ingin bukan melakukan sesuatu yang buruk hanya karena mengikuti banyak orang? beranilah berbeda seperti Henokh. Ia melakukan apa yang benar dan demi kemuliaan ALLAH. Dengan memiliki iman, kita yakin akan perkara-perkara yang belum terjadi dalam kitab suci tapi kita yakin apa yang dikatakan kitab suci adalah benar.  Ya, teladan iman dan keberanian Henokh sungguh hebat dan patut ditiru!